Jika membahas transformasi pertanian di Indonesia, nama Rahmad Pribadi selalu masuk dalam daftar tokoh yang ikut mendorong perubahan. Ia adalah Dirut Pupuk Indonesia, salah satu holding BUMN terbesar di sektor pangan dan industri kimia. 

Di bawah kepemimpinannya sejak 2023, Pupuk Indonesia tidak lagi sekedar perusahaan produsen pupuk, tapi berkembang menjadi perusahaan solusi pertanian yang mengintegrasikan teknologi, data, dan inovasi. Salah satu fokus besarnya adalah membawa Indonesia masuk ke era smart farming. 

Seperti apakah smart farming dan bagaimana langkah dari Pupuk Indonesia untuk mewujudkannya? Simak bagaimana cara Rahmad Pribadi mewujudkannya. 

Rahmad Pribadi, Dirut Pupuk Indonesia yang Wujudkan Smart Farming  2

Visi Besar Dirut Pupuk Indonesia ke Arah Smart Farming 

Rahmad Pribadi memiliki visi yang cukup berani. Ia ingin menjadikan Pupuk Indonesia bukan hanya pemimpin di industri pupuk nasional, tapi juga motor penggerak transformasi pertanian modern. 

Ia melihat begitu banyak tantangan besar di dunia pertanian. Mulai dari ketergantungan petani pada pola lama, distribusi pupuk yang harus semakin presisi, hingga kebutuhan efisiensi energi dan green transformation. 

Dari visi inilah, lahir arahan baru ‘Pertanian Indonesia harus melangkah menuju smart farming’. Baginya, smart farming bukan soal mengganti cara lama dengan aplikasi, tetapi perubahan ekosistem, dari pabrik, gudang, distribusi, hingga lahan petani. 

Itulah mengapa, ia mengambil langkah bahwa semua bagian harus saling terhubung, transparan, efisien, dan berbasis data. Hal inilah yang menjadi pegangan pentingnya sejak pertama kali menjabat. 

Baca :  Perkembangan Teknologi Vaksin dan Pentingnya Vaksinasi

Langkah Nyata Rahmad Pribadi dalam Mewujudkan Smart Farming

Rahmad tidak hanya berhenti pada wacana. Sejak awal 2023 hingga kini, langkah terukur dan nyata sudah dijalankan oleh Pupuk Indonesia, baik itu digitalisasi internal hingga program presisi di lapangan. 

Berikut tiga pilar utama yang menjadi fondasi dan langkah nyata: 

1. Digitalisasi Cara Kerja Pupuk Indonesia 

Bagi Rahmad, digitalisasi adalah fondasi utama smart farming. Di bawah arahannya, Pupuk Indonesia semakin masif menerapkan teknologi digital untuk: 

  • Memantau produksi secara real time: Sistem sensor dan dashboard digital memungkinkan pabrik memantau kondisi produksi dengan cepat dan akurat. 
  • Optimalisasi distribusi pupuk: Teknologi membuat pergerakan pupuk lebih mudah ditelusuri, sehingga stok lebih terjamin dan risiko kelangkaan dapat ditekan. 
  • Layanan pelanggan lebih transparan: Petani bisa mengakses informasi pupuk dengan lebih jelas, termasuk terkait penebusan pupuk bersubsidi. 

Digitalisasi ini membuat operasional Pupuk Indonesia lebih responsif, efisien, dan tepat sasaran. Dampaknya langsung dirasakan petani, yaitu proses lebih cepat, layanan lebih jelas, dan distribusi lebih rapi. 

2. Mendorong Inovasi di Internal Perusahaan

Salah satu gaya kepemimpinan Dirut Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi adalah membuka ruang inovasi. Ia percaya bahwa inovasi tidak hanya datang dari top management, tetapi juga dari karyawan di lini produksi sampai manajemen menengah. 

Melalui berbagai program internal, Pupuk Indonesia mendorong lahirnya inovasi yang mampu: 

  • Meningkatkan efisiensi proses produksi. 
  • Menciptakan solusi digital baru untuk rantai pasok. 
  • Memperkuat formulasi pupuk. 
  • Mendukung transformasi hijau perusahaan. 

Budaya inovasi ini membuat perusahaan memiliki mesin kreativitas internal, yang terus melahirkan ide-ide baru tanpa menunggu perintah dari atas. 

3. Precision Farming untuk Petani 

Bagian paling terasa dari smart farming tentu ada di lahan petani. Rahmad Pribadi mendorong Pupuk Indonesia mengembangkan konsep precision farming, yaitu pendekatan pertanian yang mengandalkan data, sensor, rekomendasi pemupukan, dan penggunaan pupuk yang lebih tepat. 

Baca :  Nomor Call Center Semua Operator Update 2025 Lengkap

Melalui precision farming, banyak manfaat yang dirasakan petani: 

  • Jenis pupuk yang digunakan lebih sesuai dengan kondisi tanah. 
  • Dosis pemupukan lebih presisi dan tidak boros. 
  • Petani menerima panduan berbasis data, bukan sekedar kebiasaan lama. 

Dengan pendekatan ini, petani memiliki hasil yang lebih stabil, penggunaan pupuk yang efisien, dan produktivitas lahan meningkat. Semua itu dilakukan dengan bahasa dan metode sederhana agar teknologi mudah diterima oleh petani. 

Sosok Rahmad Pribadi dan Masa Depan Pertanian Indonesia  

Di bawah kepemimpinan Rahmad, masa depan pertanian Indonesia terlihat jauh lebih menjanjikan. Kinerjanya tidak terlepas dari karier telah teruji. Sebelumnya, Rahmad pernah berakhir di Caltex Pacific Indonesia, Direktur Puri Petroleum Resources Limited, bahkan Dirut PT Pupuk Kaltim. 

Kariernya banyak diwarnai keberhasilan melakukan transformasi proses bisnis, peningkatan efisiensi, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Sosoknya dikenal tegas namun terbuka terhadap ide-ide baru, mendorong karyawan berinovasi, dan menempatkan dampak jangka panjang sebagai prioritas.

Rahmad Pribadi sebagai Dirut Pupuk Indonesia membawa harapan besar bahwa pupuk dan pertanian di negeri ini bisa berjalan seiring modernisasi, inovasi, dan keberlanjutan.