Sedia payung sebelum hujan. Mungkin itu adalah ungkapan yang tepat untuk melakukan pemvaksinan. Artinya, dengan melakukan vaksin, kita telah melakukan pencegahan dari berbagai penyakit sehingga kita tak perlu lagi melakukan pengobatan yang memiliki biaya lebih tinggi.

Di lain sisi, sebenarnya para ilmuwan telah membuktikan kalau kita sudah memasuki era teknologi modern di mana teknologi molekular sudah sangat maju dari pada saat pertama kali vaksin ditemukan di tahun 1798 yaitu penemuan vaksin cacar.

Apa Vaksin itu?

Sebelum melangkah lebih jauh mengenai vaksin sebenarnya apa sih vaksin itu?

Vaksin adalah senyawa yang dapat membentuk sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Banyak sekali jenis vaksin yang sudah ditemukan oleh para ilmuwan dan fakta tersebut membuat penggunaannya kebal terhadap penyakit yang ditimbulkan oleh virus atau bakteri spesifik.

Banyak yang mengira vaksin adalah obat. Padahal sebenarnya tidak. Vaksin sejatinya adalah bakteri, racun, atau virus yang sudah dilemahkan kan atau hampir dimatikan. Lalu kenapa dimasukkan ke dalam tubuh? bukannya berbahaya?

Tidak. virus bakteri atau racun yang sudah ditambahkan tersebut sudah tidak aktif karena DNA nya sudah diambil atau dimatikan sehingga saat masuk ke tubuh, vaksin tidak akan bisa menyerang sel tubuh manusia.

Ketika vaksin masuk ke dalam tubuh manusia, maka antigen dalam vaksin akan merangsang sistem imun tubuh kita untuk menghasilkan antibodi (oleh limfosit) sebagai bentuk perlawanan.

Saat awal pertarungan ini memang sebagian besar antibodi akan kalah. Namun, perjuangan mereka tidak sia-sia. Karena sel-sel kekebalan yang bernama sanmori tetap akan berada dalam tubuh dan sudah mengenali kodon dari virus (read : vaksin).

Baca :   Pengertian, Kegunaan, dan Cara Mengatasi Keylogger yang Berbahaya

Nah, jika jika suatu saat ketika kita mendapatkan virus yang asli, maka tubuh sudah siap untuk memerangi virus/bakteri tersebut dengan menghasilkan antibodi secara cepat sehingga virus atau bakteri tidak akan sempat untuk menginfeksi sel-sel tubuh kita sebelum meluas.

Perkembangan Teknologi Vaksin dan Pentingnya Vaksinasi

Perkembangan Teknologi Vaksin

Lalu bagaimana perkembangan teknologi vaksin sekarang ini?

Di 10 tahun terakhir telah ditemukan berbagai teknologi vaksin jenis baru dalam berbagai negara yang sudah memiliki hak lisensi seperti contohnya vaksin Hepatitis B dan vaksin Hepatitis A.

Sebenarnya dalam pembuatan teknologi vaksin memiliki tiga jenis teknologi yang sedang dikembangkan dan jika pembuatan vaksin tersebut berhasil maka era manusia melangkah satu langkah ke depan.

Ada banyak jenis vaksin menurut teknologi pembuatannya. Menurut jurnal Media Litbangkes Vol.V No. 02/1995, ada 7 jenis vaksin menurut teknologi pembuatannya. Berikut ketujuh jenis tersebut :

  1. Vaksin hidup yang dihasilkan dengan cara melemahkan virus dan mengadaptasi pertumbuhan pada suhu 33°C atau 35°C
  2. Vaksin inaktif yang dihasilkan dengan melemahkan virus hingga inaktif dalam larutan formalin 0,2% selama 1 jam pada suhu 37°C
  3. Vaksin kombinasi yang dibuat bertujuan untuk mengurangi banyaknya suntikan yang diberikan kepada anak yang di vaksin
  4. Formulasi vaksin baru yang dibuat dengan cara meningkatkan dosisnya sehingga dapat diberikan hanya dengan satu kali suntikan.
  5. Vaksin subunit yakni merupakan perkembangan dari vaksin inaktif
  6. Vaksin relombinan yang dibuat dengan menggunakan virus sebagai vektor
  7. Vaksin polinjkleotida adalah bentuk rekombinan komposisi antara plasmid dengan genom virus yang sangat konserv.

Pentingnya Vaksinasi

Setiap orang harusnya sudah merupakan vaksin terutama saat ia berusia balita karena anak-anak lebih rentan untuk terkena penyakit karena di umur muda, sistem imun masih berkembang.

Baca :   Keadaan Perfilman Indonesia Saat Ini, Cukup Meresahkan!

Namun bukan berarti orang dewasa tidak membutuhkan vaksin. Bahkan orang-orang seperti kategori berikut ini lebih butuh mendapatkan vaksin :

  • Lansia
  • Memiliki penyakit kronis seperti diabetes, jantung, dll
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah terinfeksi HIV
  • Belum mendapatkan vaksin saat masih kecil
  • Berada di tempat yang beresiko tinggi banyak virus seperti rumah sakit

Seperti yang sudah kami singgung dari awal, mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? Maka dari itu, meskipun kita sehat-sehat saja saat ini, apa kita dapat memastikan kalau kedepannya tidak akan terpapar virus? Tentu tidak bukan.

Oleh karenanya, yuk segera vaksinasi jika sebelumnya belum mendapatkan vaksin spesifik sebelumnya.

Halodoc sebagai company yang mempelopori layanan di bidang telekonsultasi kesehatan memiliki informasi mengenai vaksin bandung Jika kamu berada di kota Bandung.

Klik link yang sudah kami sediakan di atas dan di sana Halodoc sudah memberikan kamu semua informasi mengenai klinik-klinik yang yang melayani vaksinasi khususnya di kota Bandung.