Dalam era informasi yang berlimpah, masyarakat dihadapkan pada berbagai sumber informasi yang terkadang saling bertentangan, terutama dalam hal keputusan yang berkaitan dengan aspek kehidupan seperti kesehatan, teknologi, dan gaya hidup.

Menariknya, ada kecenderungan kuat bagi banyak orang untuk lebih percaya pada testimoni individu, termasuk dari figur publik atau influencer, dibandingkan dengan data ilmiah atau pendapat ahli. Fenomena ini bukan hanya fenomena sosial yang unik, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mendalam tentang bagaimana informasi diproses dan dipercaya dalam masyarakat.

Memahami Fenomena Kepercayaan pada Testimoni Ketimbang Data Ilmiah 2

Salah satu contohnya adalah kasus obat antidepresan yang viral di Tiktok yang mana seorang influencer mental health dan mindfulness mengatakan jika obat antidepresan tidak worth it dan hanya berlaku sesaat. Lalu, video tersebut di-stitch oleh berbagai psikolog dan psikiater.

Bukan berarti tidak percaya dengan mindfullness atau semacamnya, tetapi banyak juga followersnya yang mengiyakan dan mengonfirmasi di kolom komentar tentang hal ini yang mana membuat misleading. Padahal faktanya, testimoni kurang diakui untuk menyatakan suatu fakta daripada penelitian dengan standar tertentu yang sudah dipastikan kebenarannya.

Salah satu alasan mengapa testimoni pribadi sering kali lebih meyakinkan adalah karena aspek naratifnya. Cerita pribadi, dengan segala emosi dan detil personal yang terlibat, cenderung lebih mudah diingat dan lebih berdampak secara emosional. Manusia secara alami tertarik pada cerita karena mereka dapat mengidentifikasi diri mereka sendiri dalam narasi tersebut, membuat koneksi pribadi yang sulit dicapai melalui data dan grafik.

Kemudian, kompleksitas dan abstraksi data ilmiah seringkali menjadi penghalang bagi pemahaman masyarakat. Banyak orang merasa kesulitan menginterpretasikan statistik dan temuan penelitian, yang bisa membuat mereka lebih cenderung mengabaikan data ilmiah yang tidak langsung mereka pahami. Di sisi lain, testimoni pribadi, yang seringkali disampaikan dalam bahasa sehari-hari, lebih mudah diakses dan dipahami.

Baca :   Mengenal Lebih Jauh Apa itu 5G, Bisa Download Sampai 10Gbps !

Peran media sosial juga tidak bisa diabaikan dalam fenomena ini. Media sosial memfasilitasi penyebaran informasi secara cepat dan luas, termasuk testimoni pribadi. Influencer, dengan jumlah pengikut yang besar, memiliki kekuatan signifikan dalam membentuk opini publik. Meskipun mereka mungkin tidak memiliki keahlian khusus dalam subjek yang dibahas, pengaruh mereka dapat membuat pesan mereka terasa lebih meyakinkan dibandingkan sumber tradisional, yakni penelitian.

Memahami Fenomena Kepercayaan pada Testimoni Ketimbang Data Ilmiah 3

Bias konfirmasi juga memainkan peran penting. Orang cenderung mencari dan memberi perhatian lebih kepada informasi yang mengonfirmasi kepercayaan atau pandangan dunia mereka yang sudah ada. Jadi, jika testimoni pribadi sesuai dengan apa yang ingin dipercayai seseorang, maka itu akan lebih mudah diterima daripada data yang mungkin menantang atau mengkomplikasi pandangan tersebut.

Selain itu, ada kecenderungan untuk meremehkan risiko ketika mendengar tentang pengalaman positif dan menilai informasi berdasarkan hasil daripada proses. Dalam banyak kasus, keberhasilan atau kegagalan suatu keputusan dipandang sebagai bukti kebenaran atau kesalahan, mengabaikan faktor-faktor lain yang bisa saja berperan.

Untuk mengatasi fenomena ini, penting bagi individu untuk mengembangkan keterampilan literasi informasi yang memadai, yang mencakup kemampuan untuk menilai kredibilitas sumber, memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan dan statistik, serta menyadari dan mengelola bias pribadi mereka. Institusi pendidikan dan media memiliki peran penting dalam mempromosikan pemikiran kritis dan pemahaman ilmiah di kalangan masyarakat.

Kesimpulannya, fenomena kepercayaan pada testimoni dibandingkan data ilmiah merupakan refleksi dari bagaimana informasi diproses dan dinilai dalam masyarakat. Memahami dan mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh fenomena ini membutuhkan pendekatan yang komprehensif, melibatkan pendidikan, komunikasi, dan keterlibatan masyarakat dalam diskursus ilmiah.

Beranda.co.id menawarkan berbagai artikel yang mengulas berita terkini yang tengah menjadi pembicaraan hangat di Indonesia dan seluruh dunia. Situs ini tak hanya fokus pada pemberitaan, namun juga mengangkat berbagai fenomena sosial yang menarik perhatian. Bagi kamu yang tertarik dengan dinamika fenomena sosial, Beranda menjadi pilihan tepat untuk diikuti.

Baca :   Perbedaan Rom Developer, China, Stable, dan Distributor di MIUI Xiaomi