Daftar Isi
Bagi para pecinta steak, menentukan tingkat kematangan yang tepat adalah bagian penting dari pengalaman menikmati daging berkualitas. Setiap orang memiliki preferensi masing-masing, ada yang suka steak dengan bagian tengah merah, dan ada pula yang memilih steak matang sempurna. Di Indonesia, nama Holycow atau Steak Hotel by Holycow tentu sudah sangat dikenal di kalangan penggemar steak. Didirikan oleh Wynda Mardio, Holycow terkenal karena kualitas steak yang lezat dengan beragam pilihan tingkat kematangan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail tentang ketebalan steak yang ideal, suhu memasak yang tepat, serta berbagai tingkatan kematangan steak yang bisa kamu pilih. Jadi, apakah kamu sudah tahu tingkat kematangan favoritmu?

Ketebalan Steak yang Ideal
Ketebalan steak adalah salah satu faktor kunci dalam mencapai tingkat kematangan yang sempurna. Jika terlalu tipis, steak bisa cepat kering. Jika terlalu tebal, bagian luar bisa matang berlebihan sementara bagian dalam masih mentah. Umumnya, ketebalan steak yang ideal berkisar antara 2,5 cm hingga 4 cm. Ketebalan ini memberikan keseimbangan antara tekstur yang juicy di dalam dan karamelisasi yang lezat di luar.
Di Holycow, ketebalan steak ini dijaga dengan standar yang ketat untuk memastikan setiap potongan daging memberikan pengalaman terbaik. Pilihan ini membantu steak matang merata dan tetap juicy, sesuai dengan preferensi pengunjung.
Suhu yang Tepat untuk Memasak Steak
Memasak steak tidak hanya soal lama waktu pemanggangan, tapi juga soal suhu yang tepat. Setiap tingkat kematangan steak memiliki suhu ideal yang perlu dicapai. Berikut panduan suhu untuk mendapatkan tingkat kematangan steak yang sempurna:
- Rare: 49°C – 55°C
- Medium Rare: 55°C – 57°C
- Medium: 60°C – 66°C
- Medium Well: 68°C – 74°C
- Well Done: 77°C atau lebih
Menggunakan termometer daging adalah cara terbaik untuk memastikan steak matang sesuai dengan suhu yang diinginkan. Di Steak Hotel by Holycow, penggunaan suhu ini diterapkan dengan hati-hati untuk memastikan daging tidak hanya lezat, tetapi juga aman dikonsumsi.
Mengenal 5 Tingkat Kematangan Steak
Setiap orang punya preferensi tersendiri dalam memilih tingkat kematangan steak. Ada yang suka rare, ada juga yang lebih nyaman dengan well done. Berikut adalah lima tingkatan kematangan steak yang umum ditemukan, masing-masing dengan karakteristiknya:
Rare
Steak rare cenderung lebih juicy dan bagian dalamnya masih merah terang. Teksturnya sangat lembut, namun tingkat kematangan ini biasanya kurang cocok dengan selera lidah orang Asia yang umumnya lebih menyukai daging matang. Suhu ideal untuk rare berkisar antara 49°C hingga 55°C. Meski terlihat menarik bagi beberapa orang, perlu diingat bahwa steak rare harus dimasak dengan sangat hati-hati agar tetap aman untuk dikonsumsi.
Medium Rare
Ini adalah tingkat kematangan yang paling banyak dipilih, terutama di kalangan penikmat steak internasional. Bagian tengah steak masih merah muda dan juicy, sementara bagian luarnya sudah cukup karamelisasi. Suhu yang tepat untuk medium rare adalah sekitar 55°C hingga 57°C. Wynda Mardio, pendiri Holycow, memastikan bahwa medium rare adalah salah satu tingkat kematangan yang paling sering dipesan di restorannya, karena memberikan keseimbangan antara rasa dan tekstur.
Medium
Steak medium memiliki bagian dalam berwarna merah muda terang, dengan tekstur lebih padat dan kencang dibandingkan medium rare. Bagi banyak orang, ini adalah pilihan terbaik karena daging sudah dimasak hingga matang tanpa kehilangan kelezatannya. Suhu untuk steak medium berkisar antara 60°C hingga 66°C. Ini adalah favorit di banyak tempat, termasuk di Holycow, karena masih menyisakan sedikit juicy namun cukup matang.
Medium Well
Jika kamu merasa kurang nyaman dengan warna merah pada daging, tetapi masih ingin steak yang juicy, medium well bisa menjadi pilihan. Daging pada tingkat ini hampir matang sepenuhnya, dengan bagian tengah yang hanya sedikit merah muda. Suhu yang ideal untuk medium well adalah 68°C hingga 74°C. Tekstur steak pada tingkat ini lebih padat, tapi tetap empuk.
Well Done
Ini adalah pilihan tingkat kematangan favorit kebanyakan orang Indonesia, yang suka steak matang sempurna tanpa ada bagian merah di dalamnya. Steak well done memiliki warna coklat keabuan di seluruh bagian, dengan tekstur yang lebih kering. Suhu untuk well done adalah 77°C ke atas. Meski steak ini cenderung lebih kering, banyak orang yang menyukainya karena dianggap lebih aman dan matang sempurna.

Memilih Tingkat Kematangan Steak yang Sehat
Dari sisi kesehatan, memilih tingkat kematangan steak juga penting. Beberapa ahli menyarankan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi steak yang terlalu mentah, seperti rare, karena risiko kontaminasi bakteri yang mungkin masih ada. Medium rare hingga medium sering dianggap sebagai pilihan paling sehat karena daging sudah cukup matang untuk membunuh bakteri tetapi masih juicy dan kaya rasa.
Di Holycow, perhatian terhadap tingkat kematangan ini sangat dijaga agar steak yang disajikan tidak hanya lezat tetapi juga aman untuk dikonsumsi. Restoran ini selalu memastikan steak dimasak dengan suhu yang tepat sehingga pelanggan bisa menikmati daging yang juicy dan aman.
Kesimpulan
Memilih tingkat kematangan steak adalah soal preferensi pribadi, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan. Mulai dari rare hingga well done, setiap tingkat kematangan menawarkan karakteristik yang berbeda. Di Steak Hotel by Holycow, semua tingkatan ini tersedia sesuai dengan selera pengunjung, dengan standar memasak yang ketat.
Jadi, apakah kamu termasuk pecinta steak medium rare yang juicy, atau lebih suka well done yang matang sempurna? Apapun pilihannya, pastikan untuk memilih steak yang sesuai dengan selera dan kesehatanmu. Jangan lupa untuk mencoba berbagai tingkat kematangan ini di Holycow, restoran steak favorit yang didirikan oleh Wynda Mardio.